Sosialisasi tata tertib administrasi penyaluran pupuk bersubsidi

Produsen Pusri sosialisasi sistem administrasi pupuk bersubsidi (Dok.dwiwargatunggaljaya.desa.id/Photo:Hibban)

dwiwargatunggaljaya.desa.id (03/06/2018) | Sosialisasi tata tertib administrasi pupuk bersubsidi, mengundang Distributor dan Pengecer di-tiga Kabupaten yaitu : Kabupaten Tulang Bawang,Tulang Bawang Barat dan Mesuji,Sosialisasi ini dihadiri Produsen dari PT Pupuk Pusri sebagai Mitra Pemerintah menjelaskan tata tertip administrasi penyaluran pupuk bersubsidi sehingga kalau ada tim Audit, kita tidak ada kesalahan dari Administrasi dan penyalah gunaan Pupuk besubsidi, perlu memberikan sosialisasi kepada masyarakat petani terkait mekanisme pembelian pupuk subsidi pemerintah. Selama ini petani sering mengeluhkan kelangkaan pupuk saat musim tanam. Kondisi seperti itu sudah menjadi penyakit tahunan buat petani sehingga harus dilakukan sosialisasi. Pembelian pupuk Subsidi pemerintah hanya dilakukan melalui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang diusulkan kelompok tani setiap tahun. Petani yang selama ini belum bergabung dalam kelompok tani supaya diberi pemahaman yang baik agar mereka bergabung dalam kelompok tani sebagai prasarat utama pembelian pupuk subsidi pemerintah.

Sosialisasi sistem administrasi pupuk bersubsidi dihadiri oleh distributor 3 kabupaten (Dok.dwiwargatunggaljaya.desa.id/Photo:Hibban)

Produsen BUMN Pupuk Pusri mengatakan pihaknya selama ini akan melakukan pemantauan diberbagai kabupaten Tulang Bawang,Tulang Bawang Barat dan Mesuji, ternyata salah satu persoalan pelik yang dihadapi petani saat musim tanam adalah kelangkaan pupuk. Itu bukan pupuknya langkah tetapi mekanisme pembelian pupuk subsidi belum dipahami masyarakat sehingga saat mau tanam mereka kelabakan mencari pupuk murah.

Sosialisasi sistem administrasi pupuk bersubsidi dihadiri oleh distributor 3 kabupaten (Dok.dwiwargatunggaljaya.desa.id/Photo:Hibban)

kecenderungan petani kita tidak hidup dalam kelompok tani padahal regulasi pembelian pupuk bersubsidi sifatnya tertutup. Artinya, hanya bisa melayani petani dan kelompok-kelompok terbatas yang dikoordinir melalui kelompok.

Publikasikan kepada masyarakat bahwa untuk mendapatkan dan membeli pupuk bersubsidi harus bergabung dalam kelompok tani yang terorganisir. Karena dalam mendapatkan pupuk subsidi pemerintah harus menggunakan mekanisme pesanan melalui kelompok tani yang mengisi RDKK. Itu baru bisa dilayani. Tanpa itu maka petani tidak bisa dapatkan pupuk.

Yang namanya pupuk subsidi pemerintah ‎bukan barang gratis yang dibagi sama ratakan kepada masyarakat petani namun harus dilakukan melalui mekanisme pesanan dan saat mendapatkannya harus membeli sesuai harga yang ditetapkan pemerintah.

Jadi harus dipahami bahwa pupuk subsidi pemerintah bukan untuk dibagi rata kepada petani karena itu adalah bantuan tertutup karena harus melalui mekanisme pesanan melalui kelompok tani.

(**Hbn/Dwt)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Komentar