RAPAT KOORDINASI SERGAP KODIM 0426 / TULANG BAWANG DI BALAI KAMPUNG DWI WARGA TUNGGAL JAYA

DanDim 0426 Tulang bawang Letkol Arm Kus Fiandar memberikan sambutan kepada rekan-rekan pemilik sawah dan gapoktan dari tiga Kabupaten. (Dok.dwiwargatunggaljaya.desa.id/Photo : Hibban)

dwiwargatunggaljaya.desa.id ( 08/02/2018 ). Rapat koordinasi Sergap Kodim 0426 / Tulang bawang yang dipimpin langsung DanDim 0426 Tulang bawang Letkol Arm Kus Fiandar dengan dinas ketahanan pangan Kabupaten Tulang bawang dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mesuji hadir juga Kansilog Menggala Divisi Regional Tulang Bawang dari Bank BRI serta, rekan-rekan pemilik sawah dan gapoktan dari tiga Kabupaten dalam rapat koodinasi sergap Kodim 0426 Tulang bawang, sambutan disampaikan oleh Bapak DanDim Tulang Bawang instruksi dari pimpinan seluruh Indonesia jajaran TNI AD yang ada disentra padi diperintahkan untuk menyerap atau membeli padi/gabah petani dan menurut informasi yang diterima yang target harianya 3000 ton untuk seluruh Lampung dengan melihat potensi padi yang ada di Tulang bawang dan Mesuji Bapak Dandim optimis bisa diatas 500 ton perhari untuk membeli gabah dari petani, Kodim tetap bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan bulog selaku penyangga pasokan karena belum paham betul dibidang Pergabahan jelas Pak DanDim dan mengenai harga tetap mengikuti harga standard dari bulog jangan sampai uang yang dipinjamkan dari BRI rugi karena ada pertanggungjawaban.

Rapat kordinasi Sergap Kodim 0426 Tulang bawang diadakan di Balai Kampung Dwi Warga Tunggal Jaya. (Dok.dwiwargatunggaljaya.desa.id/Photo : Hibban)

DanDim 0426 Tulang Bawang akan mengerahkan seluruh Babinsa yang bertugas dilapangan untuk bekerjasama dengan rekan-rekan Pemilik sawah untuk dapat membeli gabahnya dijelaskan juga oleh Bapak Dandim agar tidak terjadi bersinggungan dengan hukum akan dibahas dengan pihak Kepolisian, kemudian untuk pembelian gabah dari petani tidak membeli gabah secara membabi buta tapi tetap mematuhi aturan-aturan dan kwalitas padi  yang sudah ditetapkan HPP ( Harga Pokok pembelian ) disampaikan juga oleh Bapak DanDim pembelian gabah ini  tidak harus seluruh hasil panen dibeli semua tapi paling tidak 30% bisa masuk untuk mengamankan cadangan ketahanan pangan nasional dan ini bukan untuk siapa-siapa tapi buat ketahanan pangan negara.

Semua peserta rapat sangat serius memperhatikan sambutan dari bapak DanDim 0426 Tulang bawang. (Dok.dwiwargatunggaljaya.desa.id/Photo : Hibban)

Sudah bukan rahasia lagi bahwa petani di Indonesia tidak pernah menikmati 100% hasil kerja keras mereka dalam bercocok tanam pasalnya, setiap kali panen harga gabah ditingkat petani dibawah ketetapan harga pokok pembelian ( HPP ) dari pemerintah akhirnya panen padi yang seharuusnya menjadi saat yang paling ditunggu-tunggu oleh para petani untuk meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidupnya menjadi tak tercapai, rendahnya penyerapan gabah petani ini juga tak ayal menyebabkan berulangnya siklus kemiskinan yang dialami petani tanah air. Oleh karena itu, sebagai upaya mengoptimalkan pencapaian program Swasembada pangan ditanah air yang belakangan sedang gencar dilakukan, Kementerian Pertanian ( Kementan ) membentuk Tim Sergap ( Serap Gabah Petani ) dengan tujuan utama menyerap gabah petani semaksimal mungkin guna meninggkatkan jumlah cadangan beras nasional. Perlu diketahui dengan meningkatnya cadangan beras nasional, maka hal ini akan berimbas pada stabilnya harga beras ditanah air selain itu, kondisi ini juga bisa berpotensi menurunkan permainan spekulan yang sering mempermainkan harga, dan menekan dorongan inport akibat kurangnya cadangan beras nasional.

( Red/Hbn-Dwt )

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Komentar